PKKMB FAKULTAS
Materi 1
Materi : Menjadi Mahasiswa Kesehatan yang Adaptif di Era AI
Pemateri : Mursyidul Ibad
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menghafal materi, tetapi juga harus mampu mencari dan memvalidasi informasi, menganalisis, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi dengan bijak.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan akademik, seperti mencari ide, melakukan brainstorming, menganalisis data, dan membantu memperbaiki tulisan. Namun, penggunaannya harus tetap disertai tanggung jawab dan pemikiran sendiri. Salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah T-A-C-I (Think, Ask, Check, Improve), yaitu berpikir, bertanya, memeriksa, kemudian memperbaiki.
Materi 2
Materi : Membangun Kampus yang Aman dan Inklusif
Pemateri : Merry Sunaryo, S.KM. M.KKK
Kampus merupakan tempat bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Karena itu, lingkungan kampus harus aman, nyaman, dan inklusif, sehingga setiap orang dapat merasa dihargai dan diterima.
Sebagai mahasiswa, kita perlu menghargai perbedaan, menghormati orang lain, menjaga batasan, serta memiliki rasa tanggung jawab. Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan IPK yang baik, tetapi juga membangun integritas, sikap saling menghargai, toleransi, dan kepedulian. Kita juga memiliki peran dalam mencegah kekerasan dan menciptakan lingkungan kampus yang positif.
Materi 3
Materi : Gear Up for Impact dan Inovasi Mahasiswa Kesehatan
Pemateri : Nahdia Rachmawati, S.KM
Mahasiswa kesehatan diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui inovasi dan kontribusi nyata. Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa perlu berani mencoba hal baru, mengenali potensi diri, menemukan bidang yang diminati, dan melakukan refleksi terhadap kemampuan diri.
Pengembangan diri dapat dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, magang, pengalaman kerja, kompetisi, serta networking. Selain kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu memiliki nilai-nilai seperti keteladanan, toleransi, kepedulian, dan kemampuan berpikir kritis agar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Refleksi Pribadi
Setelah mengikuti ketiga materi tersebut, saya mendapatkan banyak pelajaran yang dapat diterapkan selama menjadi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Sebagai mahasiswa kesehatan, khususnya mahasiswa Gizi, saya menyadari bahwa perkembangan teknologi seperti AI dapat membantu proses perkuliahan, tetapi tetap harus digunakan secara bijak. Saya perlu mampu mencari informasi, memeriksa kebenarannya, serta menggunakan AI sebagai alat bantu tanpa menghilangkan pemikiran dan usaha saya sendiri.
Materi tentang kampus yang aman dan inklusif juga membuat saya memahami pentingnya menciptakan lingkungan perkuliahan yang nyaman di UNUSA. Sebagai mahasiswa, saya harus mampu menghargai perbedaan, menjaga sikap, menghormati teman maupun dosen, serta ikut menciptakan lingkungan kampus yang positif dan bebas dari kekerasan maupun tindakan yang merugikan orang lain.
Selain itu, materi mengenai inovasi mahasiswa membuat saya termotivasi untuk lebih aktif mengembangkan potensi selama berkuliah di UNUSA. Saya dapat memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia, seperti mengikuti organisasi, kegiatan mahasiswa, pelatihan, kompetisi, maupun kegiatan yang berkaitan dengan bidang Gizi dan kesehatan.
Dari ketiga materi tersebut, saya menyadari bahwa menjadi mahasiswa UNUSA bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi juga tentang membangun karakter, mengembangkan kemampuan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Saya berharap selama menjadi mahasiswa UNUSA, saya dapat terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menjadi mahasiswa kesehatan yang berkompeten, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Lihat juga blok teman saya :
Komentar
Posting Komentar